Tradisi “Bodo Apem” Desa Sukodono

Selepas subuh Jumat pagi (7/7/2017), warga berdatangan ke balai desa Sukodono. Masyarakat desa Sukodono kecamatan Tahunan Jepara melaksanakan tradisi budaya barikan apem. Setiap Jumat Pon pada bulan Syawal diadakan tasyakuran oleh seluruh warga di balai desa Sukodono.
Petinggi desa Sukodono bapak Sagiman menuturkan, “Apem yang dibuat di desa Sukodono ini berbentuk lingkaran besar berwarna putih terbuat dari tepung beras dan ragi”. Apem-apem yang telah dibuat tiap warga dibawa ke balai desa untuk di doakan, imbuhnya.

    
Ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan segala nikmat . Setelah selesai acara selamatan yang diselenggarakan, apem tersebut dibagikan ke tetangga sekitar. Bentuk toleransi kepada sesama agar selalu berdampingan dan saling menghormati antar agama yang berada di desa Sukodono. Mereka hidup bersama dan merayakan pesta apem secara bersama agar tanah Indonesia gemah ripah loh jinawi.


Tradisi ini sebagai perwujudan permohonan maaf seluruh warga atas segala kesalahan usai bulan puasa. Karena Apem itu berasal dari afwa yang artinya permohonan maaf.

 

by : Pemdes Sukodono

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan