Tradisi Muludan Desa Sukodono

Sejak malam tanggal 1 hingga 12 bulan Rabi’ul Awal (Maulud) kaum muslim di pedesaan maupun perkotaan khususnya desa Sukodono Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara menyelenggarakan acara “Berjanjen” bertempat di mushola dan masjid-masjid se-desa Sukodono.

Istilah maulud digunakan untuk kegiatan pembacaan shalawat atau syair-syair sejarah Nabi Muhammad SAW. Kata maulud sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu maulud yang berarti kelahiran. Maksudnya, tradisi maulud diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran manusia paling mulia, Rasulullah. Dari istilah maulud melahirkan kosa kata baru bagi masyarakat Jawa pada khususnya, yaitu mulud untuk menyebut bulan Rabi’ul Awal.

Pada malam 13 bulan Rabi’ul Awal ( Minggu malam Senin) bertempat di Balai Desa Sukodono, diadakan acara Selametan/ Kenduren Muludan bersama seluruh warga desa terutama yang laki-laki.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan