Pemeriksaan Medis untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Mengenal Tes IVA, Salah Satu Pemeriksaan Medis untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Terdapat berbagai macam jenis pemeriksaan untuk kanker serviks. Selain pap smear—yang paling populer untuk kanker serviks— IVA test juga menjadi salah satu cara mendeteksi kanker serviks.

IVA test adalah metode inspeksi visual dengan asam asetat, atau dikenal juga dengan sebutan visual inspection with acetic acid (VIA).

Seperti namanya, IVA test adalah suatu cara mendiagnosis dini kemungkinan adanya kanker serviks dengan menggunakan asam asetat. Hasil pemeriksaan yang muncul dapat melihat apakah terdapat pertumbuhan sel prakanker di dalam serviks alias leher rahim atau tidak.

Bagaimana prosedur melakukan IVA test?

Pemeriksaan IVA bertujuan sebagai skrining awal untuk mendeteksi gejala-gejala kanker serviks serta mencegah terjadinya komplikasi.

Sekilas, proses pemeriksaan pap smear dan IVA tampak sama. Sebelum mulai IVA test, Anda akan diminta untuk berbaring dengan posisi kedua kaki terbuka lebar atau mengangkang.

Selanjutnya, dokter atau bidan memasukkan alat berupa spekulum ke dalam vagina. Alat spekulum bertujuan untuk membuat vagina terbuka lebar, sehingga memudahkan untuk mengamati bagian serviks atau leher rahim.

Setelahnya, asam asetat atau asam cuka dengan kadar sekitar 3-5% diusapkan pada dinding serviks.

Tak seperti pap smear yang harus menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya, hasil IVA test bisa langsung terlihat beberapa saat setelah pemeriksaan berlangsung.

Biasanya, sel-sel dinding serviks yang normal tidak akan mengalami perubahan apa pun (warna) ketika dioleskan asam asetat.

Sebaliknya, apabila terdapat masalah pada sel-sel dinding serviks, misalnya merupakan sel prakanker atau sel kanker, otomatis warna serviks akan berubah menjadi putih.

Oleh karena itulah, IVA test termasuk salah satu pemeriksaan dini kanker serviks yang bisa mengetahui hasilnya dengan cepat.

Pemeriksaan ini umumnya tidak menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit .

Pemeriksaan yang cenderung singkat dan tanpa melalui pemeriksaan laboratorium yang kompleks membuat IVA test relatif terjangkau ketimbang metode deteksi dini kanker serviks lainnya, seperti pap smear.

Sebagaimana dilansir dari Situasi Penyakit Kanker dari Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI, beberapa kelebihan IVA test untuk kanker serviks dibandingkan metode lainnya, antara lain:

  • Pemeriksaan lebih sederhana, cepat, dan mudah.
  • Tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium yang rumit sehingga hasilnya bisa langsung diketahui.
  • Tidak harus di rumah sakit, tapi bisa juga di puskesmas dengan dokter umum ataupun bidan.
  • Dinilai lebih efektif karena bisa dilakukan dengan sekali datang (kunjungan tunggal).
  • Deteksi dini dengan IVA test memiliki cakupan sekitar 80 persen dalam kurun waktu sekitar 5 tahun, dan diperkirakan dapat menurunkan kemungkinan kanker serviks secara signifikan.
  • IVA test memiliki sensitivitas sekitar 77% persen (rentang antara 56-94 persen), dan spesifitas kurang lebih 86 persen (rentang antara 74-94 persen).

Bagaimana cara membaca hasil IVA test?

Hasil dari IVA test bisa segera Anda ketahui setelah pemeriksaan selesai. Sebagai gambaran, berikut penjelasan masing-masing hasil dari IVA test:

Tes IVA negatif

IVA test yang menunjukkan hasil negatif merupakan sebuah kabar baik. Artinya, tidak ditemukan adanya pertumbuhan sel prakanker ataupun sel kanker di dalam serviks atau leher rahim Anda. Hasil pemeriksaan ini berarti normal.

Tes IVA radang

IVA test yang hasilnya menunjukkan radang menandakan adanya peradangan di leher rahim atau serviks.  Peradangan ini bisa termasuk temuan jinak, seperti adanya polip.

Dalam kondisi seperti ini, biasanya Anda akan diberi pengobatan tertentu terlebih dahulu, sampai sekiranya polip telah hilang dan serviks kembali normal.

Setelah itu, IVA test baru bisa diulangi kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Tes IVA positif

Berkebalikan dengan IVA test dengan hasil negatif, hasil positif pada pemeriksaan IVA justru menunjukkan adanya kelainan pada serviks.

Hasil IVA bisa dikatakan positif ketika ditemukan adanya warna putih (acetowhite) pada serviks setelah dioleskan dengan cairan asam asetat atau asam cuka. Kondisi ini bisa menandakan adanya pertumbuhan sel-sel prakanker.

Tes IVA kanker serviks

Hasil IVA test ini menandakan kalau ada kelainan pada pertumbuhan sel di dalam serviks. Hal ini bisa diakibatkan karena adanya pertumbuhan sel kanker.

Kapan IVA test bisa dilakukan?

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, data Globocan 2018 menunjukkan bahwa jumlah kasus kanker baru di Indonesia, yakni sekitar 348.809.

Peringkat tertinggi dari jumlah kasus penyakit kanker tersebut diduduki oleh kanker payudara, dan diikuti oleh kanker serviks di urutan kedua.

Angka kasus kejadian kanker serviks diperkirakan sekitar 23 orang per 100.000 penduduk. Atas dasar inilah, para wanita disarankan untuk melakukan deteksi dini.

IVA test bisa menjadi salah satu pilihan untuk deteksi dini kanker serviks. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan IVA?

Salah satu kelebihan IVA test ketimbang pemeriksaan lainnya adalah aman dilakukan kapan pun. Sebelum, saat, dan sesudah menstruasi tak jadi masalah.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan