Sejarah Desa

Asal mula dan sejarah desa Sukodono sendiri memiliki beberapa versi :

       Yang pertama, dahulu kala beberapa ratus tahun yang lalu Sukodono masih merupakan hutan belantara. Pada suatu hari ada seorang pengembara yang diyakini berasal dari desa Senenan. Pengembara tadi berjalan ke arah selatan. Setelah di suatu tempat, orang itu berhanti dan berpikir bahwa tempat itu cocok untuk didiami atau dijadikan pemukiman. Maka dari itu, tempat yang masih berupa hutan belantara tadi di babat dan ditata sehingga menjadi daerah yang bagus dan layak mukim. Si pengembara lalu bermukim bersama keluarganya. Berhubung tempat itu dianggap tempat yang barumaka tempat itu dinamai dukuh Karanganyar. Karena daerahnya bagus, lama kelamaan banyak juga warganya yang bermukim dan bekerjasama untuk memperluas daerah itu. Dengan kerjasama yang baikdan sikap tolong menolong antar warganya, akhirnya warganya menjadi bertambah hingga mencapai 44 kepala keluarga. Karena warganya sudah banyak, 44 KK tadi berunding untuk menemukan pemimpin (sekarang lebih dikenal dengan sebutan Petinggi). Pada hari itu juga, karena kesepakatan semua warga akhirnya dipilihlah seorang pemimpin sekaligus mengesahkan dan meresmikan nama daerah tersebut dengan sebutan SUKODONO, sesuai dengan semangat warga yang suka tolong-menolong, membantu dan menghargai. Sukodono berasal dari kata Suko = Suka, Dono = Menolong, membantu. Karena sebelumnya nama desa itu Karanganyar, lalu nama Karanganyar diabadikan untuk desa Sukodono bagian utara disebut Dukuh Karanganyar.

Di Sukodono terdapat makam Mbah Sentono yang diketahui merupakan salah satu kerabat dari Mataram. Namun, Mbah Sentono itu bukanlah nama asli dan tak seorangpun yang tahu nama asli mbah Sentono tersebut. Ada pengembara  versi cerita mengenai Datuk, pemimpin desa Sukodono. Salah satunya mengemukakan mbah Datuk adalah cucu dari mbah Potro yang berasal dari Mataram. Mbah Potro tinggal di Lor Agung. Datuk memiliki cucu yang bernama Wangsaguna. Wangsaguna adalah sesepuh desa Senenan dan juga orangtua dari pengembara yang membangun desa Sukodono.

       Yang kedua, asal desa Sukodono bermula dari orang-orang Mataram yang datang ke Jepara dengan maksud ingin menyempurnakan akhlak. Mereka datang untuk menjadikan tanah yang didiami agar lebih baik imannya dan tempatnya. Setelah lama di Jepara mereka berpindah ke desa Kedung Cino, lalu berpindah ke Senenan dan berakhir di desa Sukodono. Setelah desa Sukodono menjadi baik dan ornag-orang Mataram telah menyempurnakan akhlaknya, akhirnya mereka kembali ke Mataram. Dapat ditarik kesimpulan bahwa nama desa Sukodono berasal dari kata Suko (lila) yang mempunyai arti ikhlas, membuat kebaikan dan ikhlas meninggalkan tempat yang sudah diperbaikinya, sedangkan kata Dono (weweh) yang mempunyai arti memberi. Pada awal awalnya desa Sukodono hanya berjumlah 44 KK dan yang menjadi petinggi pertama adalah Mbah Semidin serta lima temannya sarikat desa.

by : Pemdes Sukodono

Facebook Comments